![]() |
| Diambil di sini |
My holiday in this year so long. Akhir pecan kali ini aku berencana nonton pertunjukan barongsai di Taman Sriwedari di daerah solo, berkat ide itu aku mengajak sahabtku Riessa yang udah tau seluk beluk rute solo karena beberapa waktu yang lalu jalur di kota solo di rubah jadi musti hati-hati biar nggak kena tilang.
Aku
berangkat pukul ±10.00WIB karena hari minggu pagi di Solo ada Car Free Day dari
pukul 06.00-09.00. Tujuan utama adalah melihat atraksi barongsai di Sriwedari,
tapi setelah sampai di sana tidak mencium adanya atraksi barongsai akhirnya
mikir keras dan sempat berdebat sama sahabatku yang satu ini akhirnya kami
memutuskan ke Pasar Gede yang terletak di depan kantor Balaikota Surakarta. Katanya
sih di situ pusatnya perayaan imlek juga, aku menyerah dan menuruti melajukan
motorku ke Pasar Gede.
Kami
memarkir kendaraan di depan pasar pas,parkiran di situ padahal lumayan
mengganggu jalan sih soalnya hari itu jalanan padat merayap selain bertepatan
dengan banyaknya orang yang beribadah di kelenteng dekat Pasar Gede juga ada
acara pembagian angpao yang berpusat di Balaikota Surakarta. Selama ±17 th ini
aku belum pernah sekalipun masuk ke pasar gede hanya sesekali melewatinya atau
membeli obat tradisional di komplek dekat pasar gede. Moment kali ini kita
memuaskan diri untuk menjelajah pasar gede. Mulai pintu utama kita sudah di
tawari berbagai snack tradisional, lalu kami berjalan lurus mendapati “Dawet Telasih
bu Haji Siwo” dan musti sabar ngantri lumayan panjang soalnya ada yg mbungkus
sekitar 6 bungkus,dawet yang satu ini enak banget loh, beda rasanya sama
dawet-dawet Es dawet telasih ala Pasar Gede ini memiliki racikan yang terdiri
dari bahan-bahan seperti ketan hitam, bubur sumsum, dawet, telasih, diberi campuran
santan lalu disiram dengan sirup yang berasal dari bahan gula cair ditambah
dengan pecahan es batu. Untuk tambahan, Anda dapat meminta campuran tape ketan
pada campuran es dawet telasih yang Anda pesan untuk menambah aroma sekaligus
rasa.Dari segi harga, es dawet telasih di tempat ini dibandrol dengan harga
yang lebih murah, yaitu Rp 3.000,00 per-mangkuknya untuk sajian es dawet
telasih komplit dengan tape ketan. Dari segi rasa menurut saya kedua warung ini
menyajikan es dawet telasih dengan rasa yang hampir sama, sama-sama enak ketika
meluncur ke dalam mulut.
Setelah
itu kita keliling sebentar di pasar gede, ada penjual buah, daging, udah
tersusun rapid eh dan nyaman menurutku tapi berhubung perut udah teriak-teriak
minta di isi aku dan Riessa keluar dari Pasar Gede jalan kaki ke Mi Gajah Mas
yang sangat mencolok dengan aksen Kuning pamphlet, lokasinya tak jauh dari Pasar Gede
lokasinya di antara Balaikota ke timur arah Pasar Gede, aku dan riessa memesan
Mie ayam bakso pangsit porsi kecil alias ½ porsi soalnya kata Riessa

