Thursday, May 16, 2013

Cerita pagi sederhana


Pagi ini taujih di wisma yaitu membahas mengenai birul walidaini atau berbakti kepada orangtua, sebelunya aku memang pernah mendapatkan materi ini pada taujih yang lain tetapi pagi ini ternyata sesuatu yang di sampaikan oleh mbak wismaku agak berbeda. Ia tidak membahas mengenai bagaimana kasih sayang orang tua khususnya seorang ibu, bagaimana kekhawatirannya bagaimana lembut belainnya. Pagi ini ternyata sebuah sisi padang berbeda terpampang di mata, ayah adalah seorang yang termainset di kepalaku orang seorang yang cuek. Memang, ayah begitu sifatnya, tidak terlalu suka banyak bicara tetapi sangat suka bercanda bahkan sahabatku sangat sering ikut tertawa mendengar guyonan ayahku.

Ketika taujih  Ia menyampaikan bagaimana seorang ayah adalah seorang yang amat menyayangi kita, meskipun tak begitu terlihat dalam bertutur kata tetapi coba perhatikan siapa yang banyak bertindak? Siapa yang langsung berfikir mencari jalan keluar masalah itu? Ya, memang tidak terasa tapi itu penting. Ayah, coba ingat siapa yang paling akan terpukul ketika kita meminta sesuatu, entah kebutuhan apapun itu pasti ayah mencarikan bagaimana mendapatkan uang untuk memenuhi apa permintaan kita. That’s way, entahlah ketika aku banyak merenung maka air mata itu mulai bergulir satu persatu melepaskan emosi-emosi yang terlibat ketika memikirkan hal itu, bentuk sederhana ketika aku mengingat ayah adalah saat ibu masih berfikir ayah sudah bergerak. Ya, itu pernah aku alami

No comments:

Post a Comment

be great reader guys