Pagi
ini taujih di wisma yaitu membahas mengenai birul walidaini atau berbakti
kepada orangtua, sebelunya aku memang pernah mendapatkan materi ini pada taujih
yang lain tetapi pagi ini ternyata sesuatu yang di sampaikan oleh mbak wismaku
agak berbeda. Ia tidak membahas mengenai bagaimana kasih sayang orang tua
khususnya seorang ibu, bagaimana kekhawatirannya bagaimana lembut belainnya. Pagi
ini ternyata sebuah sisi padang berbeda terpampang di mata, ayah adalah seorang
yang termainset di kepalaku orang seorang yang cuek. Memang, ayah begitu
sifatnya, tidak terlalu suka banyak bicara tetapi sangat suka bercanda bahkan
sahabatku sangat sering ikut tertawa mendengar guyonan ayahku.
Ketika
taujih Ia menyampaikan bagaimana seorang
ayah adalah seorang yang amat menyayangi kita, meskipun tak begitu terlihat
dalam bertutur kata tetapi coba perhatikan siapa yang banyak bertindak? Siapa yang
langsung berfikir mencari jalan keluar masalah itu? Ya, memang tidak terasa
tapi itu penting. Ayah, coba ingat siapa yang paling akan terpukul ketika kita meminta
sesuatu, entah kebutuhan apapun itu pasti ayah mencarikan bagaimana mendapatkan
uang untuk memenuhi apa permintaan kita. That’s way, entahlah ketika aku banyak
merenung maka air mata itu mulai bergulir satu persatu melepaskan emosi-emosi
yang terlibat ketika memikirkan hal itu, bentuk sederhana ketika aku mengingat
ayah adalah saat ibu masih berfikir ayah sudah bergerak. Ya, itu pernah aku
alami
No comments:
Post a Comment
be great reader guys