Liburan
semester berlalu 3 pekan dan di isi dengan sosialisasi Universitas ke adik-adik
SMA se-Sukoharjo kawan blogers, tapi sensasi capek, seneng, tawa, sedih jadi
satu deh pulang kehujanan. Selain itu juga silaturahmi ke rumah Ester—sahabatku
yang terpisah semenjak SMA—kangen banget rasanya, terus ke rumah Gina—lupa
rumah dan ke sasar beberapa kali—di jemput di BRI mojolaban. Nah, untuk hari
ini ada agenda ke rumah vani—anaknya rame plus kocak deh—di daerah Sukoharjo.
Ketok
rumah, nggak ada yang jawab sampai beberapa kali akhirnya aku membuka pintu
rumahnya sendiri—udah kayak keluarga sih (jangan ditiru)—nah, pas di buka vani
udah nyembul di depan pintu kamarnya. Akhirnya aku di boyong ke kamar, dua
gelas dengan satu teko berisi sirup manis di meja sisi tempat tidur, lalu
beberapa toples berisi keripik pedas, wafer isi vanilla dan coklat. Ngobrol
dari makanan yang kita makan pedasnya melebihi kripik setan sampai penyanyi
favorit kita masing-masing(read: miley cyrus dan taylor swift). Cerita
berlanjut sampai dia protes nggak di ajak ke rumah Gina maklum, jarang banget
ke sana, seringnya ke rumahku karena lebih santai(read: aku jarang mau di ajak
vani ke sana).
Setelah
memasuki jam makan siang kami memutuskan untuk membeli makan di luar, meskipun
belum menentukan tempat tetap saja roda motor itu bergulir kencang—kebiasaan.
Akhirnya vani mengusulkan ke Hartono Life
Style Mall—Mall baru yang di bangun daerah Solo Baru—yang jaraknya tak
jauh dari rumah vani. Memasuki parkiran di basement bagian bawah, menuju lantai
satu dan memasuki satu demi satu pertokoan karena Mall baru jadi masih sangat
sedikit yang menjajakan mulai pakaian sampai aksesoris. Oke, tujuan pertama
yaitu “Makan Siang”, aku merengek ingin mencoba masakan Jepang dan beruntunglah di sudut Mall—entah itu
lantai berapa karena bingung—ada kios khusus masakan Jepang.
Di
ambang pintu seorang pelayan membukakan pintu—Resto Takigawa—dan kami di antar
ke suatu tempat. Cukup nyaman sih tapi sayangnya lantunan music yang menyambar
telinga kami justrul music eropa—mengurangi selera—tapi hal itu nggak
mengganggu kenyamanan. Setelah mendebat menu makan siang karena aku nggak
ngerti masakan Jepang yang terpampang di daftar menu—baru sekali sih—cara
terbaik yaitu melihat gambar, aku memesan Energy Ramen dan Vani memesan Chicken
Sizz serta dua soft drink sebagai minumnya.
Energy Ramen itu mie berkuah bening dengan sedikit rasa jahe dan irisan
daging sapi, daging sapinya banyak loh teksturnya lebut dan di jamin kenyang–recommended
J. Nyummy banget>>
![]() |
| Ambil di sini |
IDR 49K
Ini Chicken Sizz. Chicken Sizzling Ramen itu mie
berkuah
IDR
47K
Setelah
selesai makan kami di suguhi bill yang cukup membelalakkan mata—kantong
mahasiswa bayar sendiri—tapi itu menurutku sepadan sama rasa yang di suguhkan. Akhirnya kami ke lantai dasar karena inget
pesan umi di suruh membeli coklat—coklat batang untuk membuat kue berat 500gr—serta
tepung.


No comments:
Post a Comment
be great reader guys