Monday, February 4, 2013

My Holiday

Liburan semester berlalu 3 pekan dan di isi dengan sosialisasi Universitas ke adik-adik SMA se-Sukoharjo kawan blogers, tapi sensasi capek, seneng, tawa, sedih jadi satu deh pulang kehujanan. Selain itu juga silaturahmi ke rumah Ester—sahabatku yang terpisah semenjak SMA—kangen banget rasanya, terus ke rumah Gina—lupa rumah dan ke sasar beberapa kali—di jemput di BRI mojolaban. Nah, untuk hari ini ada agenda ke rumah vani—anaknya rame plus kocak deh—di daerah Sukoharjo.

Ketok rumah, nggak ada yang jawab sampai beberapa kali akhirnya aku membuka pintu rumahnya sendiri—udah kayak keluarga sih (jangan ditiru)—nah, pas di buka vani udah nyembul di depan pintu kamarnya. Akhirnya aku di boyong ke kamar, dua gelas dengan satu teko berisi sirup manis di meja sisi tempat tidur, lalu beberapa toples berisi keripik pedas, wafer isi vanilla dan coklat. Ngobrol dari makanan yang kita makan pedasnya melebihi kripik setan sampai penyanyi favorit kita masing-masing(read: miley cyrus dan taylor swift). Cerita berlanjut sampai dia protes nggak di ajak ke rumah Gina maklum, jarang banget ke sana, seringnya ke rumahku karena lebih santai(read: aku jarang mau di ajak vani ke sana).

Setelah memasuki jam makan siang kami memutuskan untuk membeli makan di luar, meskipun belum menentukan tempat tetap saja roda motor itu bergulir kencang—kebiasaan. Akhirnya vani mengusulkan ke Hartono Life  Style Mall—Mall baru yang di bangun daerah Solo Baru—yang jaraknya tak jauh dari rumah vani. Memasuki parkiran di basement bagian bawah, menuju lantai satu dan memasuki satu demi satu pertokoan karena Mall baru jadi masih sangat sedikit yang menjajakan mulai pakaian sampai aksesoris. Oke, tujuan pertama yaitu “Makan Siang”, aku merengek ingin mencoba masakan Jepang  dan beruntunglah di sudut Mall—entah itu lantai berapa karena bingung—ada kios khusus masakan Jepang. 

Di ambang pintu seorang pelayan membukakan pintu—Resto Takigawa—dan kami di antar ke suatu tempat. Cukup nyaman sih tapi sayangnya lantunan music yang menyambar telinga kami justrul music eropa—mengurangi selera—tapi hal itu nggak mengganggu kenyamanan. Setelah mendebat menu makan siang karena aku nggak ngerti masakan Jepang yang terpampang di daftar menu—baru sekali sih—cara terbaik yaitu melihat gambar, aku memesan Energy Ramen dan Vani memesan Chicken Sizz serta dua soft drink sebagai minumnya. 

 Energy Ramen itu mie berkuah bening dengan sedikit rasa jahe dan irisan daging sapi, daging sapinya banyak loh teksturnya lebut dan di jamin kenyang–recommended J. Nyummy banget>>
Ambil di sini
IDR 49K

Ini Chicken Sizz. Chicken Sizzling Ramen itu mie berkuah

IDR 47K
Setelah selesai makan kami di suguhi bill yang cukup membelalakkan mata—kantong mahasiswa bayar sendiri—tapi itu menurutku sepadan sama rasa yang di suguhkan.  Akhirnya kami ke lantai dasar karena inget pesan umi di suruh membeli coklat—coklat batang untuk membuat kue berat 500gr—serta tepung.

No comments:

Post a Comment

be great reader guys