Wednesday, January 30, 2013

Tetap Modis dengan Balutan Batik


Saya adalah seorang mahasiswi semester dua di salah satu Universitas terkemuka di Indonesia. Hari-hari saya disibukkan dengan berbagai hal, mulai dari kegiatan di kampus, masyarakat maupun teman-teman. Tidak dapat di pungkiri setiap kali saya bertemu dengan teman-teman pakaian yang mereka kenakanpun berbeda pula mengikuti perkembangan jaman, layaknya batik.
Batikmerupakan salah satu warisan budaya di Indonesia, macamnya juga banyak dan hampir di setiap daerah mempunyai ciri khasnya masing-masing. Kini batik tidak hanya di jumpai dalam bentuk jarik(selembar kain yang dililitkan di tubuh) saja tetapi sudah merambah berbagai hal seperti baju, rok, celana, dopet maupun aksesoris sebagai penunjang gaya hidup lainnya.
Saya mengenakan batik sejak TK, kemudian MI, SMP, SMA dan berlanjut sampai di bangku kuliah. Satu hari dari tujuh minggu itu instansi tersebut mewajibkan untuk mengenakan pakaian batik. Bahkan, ketika saya SMA sragam sekolah wajib berbatik itu mulai hari rabu-sabtu.
Saat kelas dua SMA, seorang guru kesenian mewajibkan kami untuk membuat sapu tangan motif batik. Hari itu, semua siswa di kelasku berkumpul di aula sekolah dengan membawa malam, kompor, wajan(penggorengan), canthing besar, canthing kecil, kain mori ukuran sapu tangan, pewarna dan pensil.
Langkah membuat batik tulis. Pertama, membuat motif dengan pensil di atas kain mori. Kedua, nyalakan kompor dengan nyala kecil dan taruh wajan di atasnya kemudian masukkan malam pada wajan hingga meleleh. Tiga, siapkan canting, pastikan tidak bocor dan ujungnya tidak tertutup. Empat, tunggu sampai malam mendidih. Lima, ambil malam dengan canting lalu goreskan malam di mori sebelumnya tiup dulu bagian ujung agar tidak tersumbat. Enam, jemur kain yang sudah di beri malam hingga kering, kemudian berikan warna pada motif batik dengan pewarna. Tujuh, kunci warna batik dengan cairan pengunci dan pastikan tidak bocor, agar warna tidak bercampur dengan yang lain. Delapan, rebus kain untuk meluruhkan malam lalu di jemur hingga kering. Nah, kesalahan yang biasa terjadi saat proses membatik adalah menyalakan api terlalu besar, malam tidak tembus sampai bawah lapisan sehingga ketika di berikan pewarna akan bercampur dengan pewarna di bagian lainnya, membatik dengan posisi canting tegak yang seharusnya agak miring.
Penjelasan mengenai proses membatik sudah sedikit saya jelaskan di atas, namun kebanyakan memilih untuk membeli batik jadi tanpa harus repot mebuatnya terlebihdahulu. Solo, khususnya di Pasar Klewer terkenal surganya untuk belanja dan para kolektor batik, apalagi kalau bisa menawar harganya pasti sangat murah. Selain Pasar Klewer, di Solo juga banyak toko batik, di Pusat Grosir Solo (PGS) harga yang di tawarkan pun tidak jauh berbeda mulai dari 15.000-150.000 untuk gamis. Nah, untuk kwalitas batik nomor wahid kita bisa membeli batik di butik batik, harga yang di tawarkan berkisar Rp 150.000-1.000.000 harga yang sepadan karena itu batik tulis asli. Bahkan, seiring perkembangan zaman penjualan batik online sudah mewabah di masyarakat, salah satu situs menyediakan serba-serbi berbau batik yaitu www.berbatik.com, mudah, cepat, dan menyesuaikan kantong kita masing-masing. Bagi yang hobbi online dan  terkesan nggak mau repot cenderung lebih memilih batik online. So, berbatik itu tetep bisa modis dan elegan kok, jadi jangan takut lagi memakai batik ya kawan.
Berikut ini adalah contoh batik hasil karya kakak tingkat sewaktu bangku SMA dan di patenkan sebagai seragam batik sekolah. WOW banget nggak sih?

(sumber: foto pribadi)
Ini dia hasil karya batik tulisku pertama. Kesalahan dalam membatik yaitu seringnya malam tidak tembus sampai bawah kain yang menyebabkan bercampurnya warna seperti karyaku di tahap belajar ini.>>
Sumber: Koleksi Pribadi


Detail bagian tengah

Keceriaan bersama teman-teman memakai batik


Monday, January 21, 2013

Essay Competition

National Essay Competition 2013

ESA FKIP UNS SURAKARTA
Decade Esa’s Fair 2013
 
“Fostering the Youth, Saving the Nation”
A. Ketentuan Umum :
• Peserta tercatat secara aktif sebagai mahasiswa S1/D3 di universitas masing-masing.
• Peserta merupakan delegasi dari masing-masing universitas yang mendaftar secara mandiri atau berdasarkan rekomendasi dari tiap fakultas/universitas.
• Essay menggunakan bahasa Inggris
• Format penulisan : A4, Times New Roman 12, Spasi 1,5 , Margin : 3-3-3-3, Panjang essay 4-5 halaman.
• Setiap peserta bisa mengirimkan essay lebih dari satu dengan sub tema yang berbeda.
• Peserta adalah perseorangan / Individu
• Pendaftaran : 15 Januari 2013 – 15 Februari 2013
B. TEMA ESSAY
“Fostering the Youth, Saving the Nation”
C. Sub tema :
Student’s role as a solution maker to solve :
a. Education
Youth’s role in promoting Education for All in Indonesia
b. Agriculture
Youth’s role in developing agricultural technology for Indonesian welfare.
c. Economy
Youth’s role in eradicating poverty and social disparity in Indonesia.
d. Environment
Youth’s role in growing environmentally-concious attitudes and environment preservation.
Setiap peserta mendaftar dengan ketentuan sebagai berikut:
o Peserta bisa mengunduh formulir pendaftaran melalui website : www.decade-esasfair.blogspot.com
o Membayar biaya pendaftaran sejumlah Rp 40.000,00 per essay via transfer ke rekening:
BNI
a.n. Alvian Novi Arvianto
no. rekening 0283990300
o Konfirmasi keikutsertaan melalui sms ke nomor panitia (CP di bawah) paling lambat tanggal 15 Februari 2013
• Setiap peserta wajib membuat essay dengan format yang telah ditentukan panitia.
• Setiap peserta mengirimkan naskah essay ke alamat email panitia National Essay Competition (NES) nationalessaycompetition2013@gmail.com dengan menyertakan naskah essay (.doc), formulir pendaftaran, scan bukti pembayaran, foto, dan scan kartu mahasiswa dengan subject ESA_NEC_Nama_Universitas.
D. Tahap penilaian essay terdiri dari 2 (dua) tahap, yaitu :
• Penyeleksian essay masing-masing peserta.
• Presentasi essay oleh 15 finalis yang lolos seleksi tahap pertama pada tanggal 8 Maret 2013
E. Tim Penilai Terdiri dari 3 orang juri dari kalangan akademisi dan dosen.
F. Kriteria Pemenang Lomba Penentuan pemenang NATIOAN ESSAY COMPETITION 2013 ditentukan berdasarkan penilaian dewan juri yang mengacu pada format dan kriteria penilaian lomba.
G. Hadiah Lomba
Juara I : Trophy + Sertifikat + Uang Tunai Rp 1.000.000,00
Juara II : Trophy + Sertifikat + Uang Tunai Rp 750.000,00
Juara III : Trophy + Sertifikat + Uang Tunai Rp 500.000,00
Semua finalis 15 besar akan mendapatkan sertifikat.
H. Panitia Lomba National Essay Competition Decade Esa’s Fair 2013 adalah Panitia Decade Esa’s Fair 2013.
I. Tempat Lomba
Lima Belas finalis yang lolos penyeleksian essay berbahasa Inggris akan mempresentasikan karya mereka di Universitas Sebelas Maret, Jalan Ir. Sutami 36A, Kentingan, Surakarta pada tanggal 8 Maret 2013


 diambil dari : HMFKIP UNS

Sunday, January 13, 2013

Kompetisi Desain

Libur Semester bagi mahasiswa itu waktu paling produktif buat ikut ajang kayak ginian. :)